Thursday, December 5, 2013

Berfikiran Maju itu, Harus !
Blog Riky -- Satu lagi bertambah kenalan ku seorang pengusaha di bidang pakaian, tepatnya batik. Profesi utama beliau adalah seorang dokter PNS di puskesmas di suatu kecamatan di kotaku. Aku bertemu beliau atas referral dari Customer Service di bank tempatku bekerja. Setelah sekian lama membuat janji, baru hari ini saya dapat bertemu dengan beliau secara langsung.

Saya adalah seorang marketing perbankan di bidang merchant. Adapun tugas sehari-hari ku adalah menjalin relasi sebanyak-banyaknya dengan pengusaha  agar dapat merchant bank ku dapat dipakai di toko atau di kantor pengusaha tersebut.

Kantorku berada di cabang hub atau area, merupakan cabang utama di provinsi. Ruang kerjaku berada di lantai II sedangkan cabang berada di lantai I. Suatu ketika saya ke cabang untuk meminta tandatangan kepala cabang untuk menindaklanjuti proses pengajuan merchant nasabah. Sebelum masuk ke ruangan kepala cabang, aku harus terlebih dahulu meminta tandatangan CSO atau tepatnya satu level di bawah kepala cabang. Saat berada di meja CSO itulah CS tersebut memberikan referral nasabah yang akan mau pasang merchant kami.

Singkat cerita, setelah dua minggu saya mendapatkan telpon nasabah tersebut, baru hari ini saya dapat bertatap muka langsung dengan nasabah yang bersangkutan. Dua minggu itu, saya selalu menelfon atau sms untuk membuat janji ketemuan, karena kesibukan beliau akhirnya baru sekarang saya dapat mencuri sedikit waktu beliau.

Ketika bertemu beliau, kesan ramah dan sopan saya dapatkan dari beliau ketika menyambut saya di ruang kerjanya. tanpa berlama-lama saya langsung ke poin pembicaraan, karena beliaupun juga saudah mengetahui maksud kedatangan saya di ruanganya.

Beliau sebenarnya sudah kisaran 4 tahunan bergelut di dunia usaha. Sebenarnya untuk pemakaian produk merchant beliau juga sudah menggunakan produk serupa dari bank pesaing terdekat kami. Namun, bagaimana pun menambah produk yang serupa dari bank kami pun tidak akan menjadi masalah, toh beliau juga sudah bergabung sebagai nasabah bank tempatku bekerja, jadi hitung-hitungan menambahkan manfaat bank kami ke beliau. Setelah menjelaskan panjang lebar produk ku dan membandingkan dengan bank pesaing, dari respon beliau terlihat positif dan merasa lebih beruntung bertemu dan menggunakan produk kami, tidak bayar lagi. Tidak hanya sekedar gratis, beliau juga tersanjung, karna kami yang datang langsung menawarkan kerjasama dengan beliau, sementara bank pesaing kami, beliau lah yang harus turun tangan ke kantor cabang bank tersebut.

Dari pertemuan ini saya dapatkan bahwa seseorang tersebut harus membuka diri dan mau menerima informasi tentang berbagai hal, apalagi terkait dengan hal kemajuan bisnis kita. Selama penulis menjadi marketing, banyak juga nasabah yang tidak mau membuka diri dan wawasan, jangankan itu untuk menerima penulis saja beliau enggan, sangat terasa terbuang waktunya untuk menemui kami. Tapi, itu lah marketing, hal tersebut adalah makanan keseharian kami.

Penulis jadi teringat suatu hal, ketika menghadiri kegiatan pelatihan asuransi dari kantor tempat penulis bekerja sampingan di sana. Bahwa, sebuah keberuntungan bagi kita jika di tawarkan sebuah produk oleh orang lain, apalagi yang membuat diri dan bisnis kita bisa tambah maju. Jika kita tidak pernah di tawarkan apapun pasti kita tidak akan pernah tahu, dan belum tentu juga kita bisa mencari tahu atau mengetahuinya. Makanya, setiap ada tawaran apa pun ke saya, selalu saya dengarkan, dan jika rasanya belum saya butuhkan saat ini, ya ...saya tolak dengan sopan dan saya ucapkan terima kasih. Karena kerelaannya serta susah payahnya memberitahukan ke saya tentang sesuatu tersebut.

Semoga ke depan kita dapat lebih membuka diri dan berfikiran maju...

1 komentar :

memang kalo mau tambah ilmu kita harus senantiasa mendengarkan..

http://lokermudisumatera.blogspot.com/2015/02/klikofficecoid-belanja-online-peralatan.html

Reply

Silahkan tanggapan dan sarannya untuk tulisan ini.