Thursday, November 27, 2014

Membiasakan Transaksi Non Tunai
Blog Riky -- Hmm..Sudah satu tahun lebih meninggalkan dunia perbankan. Pertumbuhan mesin Gesek atau Electronic Data Capture (EDC) di kotaku semakin marak, Luar biasa. Ini menunjukkan perbankan mulai aktif untuk mendidik masyarakat untuk membiasakan diri untuk melakukan transaksi non tunai. Bahkan sekarang seluruh SPBU memasang mesin EDC Bank Mandiri disetiap mesin "dispensernya".

BCA, BNI, dan BRI juga tidak ketinggalan. Biasanya BCA tidak memiliki tenaga pemasar khusus untuk mesin EDC, sekarang sudah ada 5 orang di kota ku. BRI disetiap cabang bagian funding-nya menjalankan tugas sekaligus memasarkan mesin EDC. Tak kalah juga dengan BRI, BCA, dan Mandiri, BNI juga melakukan hal demikian, namun masih kalah cepat dengan Mandiri, BRI dan BCA. Bank swasta lainnya yaitu Danamon dan CIMB Niaga. 

Biasanya sebagai pendatang baru, masuk ke pasar memakai strategi dengan harga murah. Yah, dari segi Merchant Discount Rate (MDR) atau biasa dikenal dengan cas. Seperti Mandiri pada tahun 2011 merambah pasar, memasang MDR dibawah 2,5 persen sehingga BCA kewalahan. Sampai akhir tahun 2014 ini rata-rata mandiri, BCA, dan BNI memasang MDR 2 persen di kotaku. Berbeda halnya dengan Bank Danamon, mengambil MDR yang rendah 1,9 % dan BRI yang lebih rendah lagi, bahkan bisa sampai 1,7 %. 

Semakin gencarnya bank dalam memasarkan mesin EDC di tempat perbelanjaan, semakin memudahkan konsumen dan semakin rendah pula MDR yang berlaku. Tentunya semakin menguntungkan pihak toko dan pemegang kartu kredit atau debit. Harusnya seperti itu, sehingga masyarakat nantinya tidak menggunakan uang tunai lagi, tinggal gesek kartu atm dan kartu kredit atau kartu prepaid seperti e-money (mandiri), Flazz(BCA) atau Brizzi (BRI).

Kita ambil contoh saja, jika MDR di suatu toko diberikan 2 %, itu berarti setiap transaksi yang terjadi di toko tersebut sejumlah 2 % masuk ke pihak bank. Jika margin barang yang dijual di toko kecil, maka MDR itu pun akan dibebankan ke konsumen. Bisa dengan menaikkan harga 2 persen secara langsung atau pemegang kartu akan dikenakan Cas tambahan 2 persen. Biasanya seperti toko kebutuhan sehari-hari, emas, barang elektronik cas di tanggung pemilik kartu. 

Untuk transaksi tunai pada saat ini, sangatlah beresiko. Bagi pemilik toko dan karyawan memegang uang tunai terlalu banyak di toko akan mengundang hal-hal yang tidak baik. Maka, dengan pemanfaatan mesin EDC ini, konsumen hendaknya di arahkan untuk menggunakan kartu atm, kartu kredit, atau kartu prepaid, sehingga uang transaksi tersebut langsung masuk ke rekening pemilik toko. Mengguntungkan bukan?

Satu hal yang menjadi kendala bagi pemilik toko saat ini untuk memasang mesin yaitu, adanya biaya administrasi. Wajar apabila bank mengenakan biaya administrasi bulanan ke pemilik toko. Karena biaya pengadaan mesin dan sistem, serta biaya pengelolaan dan perawatan pasti juga ada. Namun, dengan transaksi yang semakin tinggi (sales volume), maka biaya tersebut pada sejatinya bisa tertutupi. Tapi, bagaimana lagi, jika transaksi seret, tentunya jangankan untung, rugi pun menerpa bank pemilik mesin. Nah, jadi disini dibutuhkan kedua belah pihak untuk membuat transaksi tinggi. Pemilik toko menyarankan konsumennya untuk melakukan transaksi non tunai, pihak bank mengedukasikan nasabahnya untuk menggunakan atm atau kartu kredit atau kartu prepaid untuk di gunakan di merchant-merchant bank yang bersangkutan. 

Sangat banyak manfaat dengan melakukan transaksi non tunai, kita akan mengarah kesana. Maka diperlukan peran dari pihak-pihak yang berkepentingan untuk hal itu. 

16 komentar


KEREN GAN ARTICLE NYA
KUNJUNGI JUGA BLOG SAYA YA GAN
=>http://chaniaj.blogspot.com
http://referral.mentaripoker.com/ref.php?ref=BOM

Reply

tq artikelnya sob..

http://lokermudisumatera.blogspot.com/2015/02/klikofficecoid-belanja-online-peralatan.html

Reply

Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Bisnis.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetaui lebih jauh mengenai Bisnis.Saya juga mempunyai jurnal yang sejenis mengenai indonesia yang bisa anda kunjungi di sini

Reply

Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Keuangan dan Perbankan.

Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Perbankan yang bisa anda kunjungi di sini

Reply

sepp terima kasih atas kunjungannya dan komentarnya, saya segera akan berkunjung balik ke blog reno. salam kenal

Reply

salam kenal, terima kasih atas kunjungan dari pak Alif..semoga bermanfaat

Reply

sama2 mbak marselianadwi, semoga bermanfaat

Reply

terima kasih mbak vonie semoga sukses kuliahnya di ST3telkom ya,...

Reply

Silahkan tanggapan dan sarannya untuk tulisan ini.